Selasa, 20 Maret 2012

Kehidupan Anak Kost

hei hei hei gue muncul lagi. kali ini gue mau bahas kehidupan anak kost, kenapa gue bahas???? karena ini tugas dari dosen gue hehehehe :D
oke yuk langsung aja kita bahas kehidupan anak kost




Kehidupan Anak Kost
Berani mengambil keputusan untuk hidup mandiri atau jauh dari orang tua perlu tanggung jawab yang besar. Hidup mandiri tanpa orang tua tidaklah mudah. Mungkin beberapa dari kita sudah terbiasa dengan pekerjaan rumah seperti masak dan bersih-bersih rumah. Tapi ada juga yang masih membutuhkan bantuan orang tua atau mungkin pembantu di rumah. Disinilah letak tanggung jawab kita sebagai anak kost, hidup mandiri tanpa orang tua artinya kita harus bisa mengatur semua keperluan aktivitas kita sendiri tanpa bantuan orang tua. Mulai dari makan, bersih-bersih kamar , mengatur jadwal, transportasi dan mengatur keuangan kita.
Menjadi anak kost bisa juga disebut tantangan. Anak kost yang baru, biasanya akan merasa lebih bebas karena terlepas dari peraturan-peraturan yang biasa dilakukan di rumah. Misalnya bila di rumah kita di haruskan pulang sebelum jam 6 maka setelah menjadi anak kost kita akan pulang 1 jam lebih lama atau bisa lebih. Atau biasanya di rumah kita selalu bangun lebih pagi namun setelah menjadi anak kost kita bisa bangun kesiangan. Tapi ada juga yang masih terbiasa dengan peraturan di rumah, sehingga walaupun menjadi anak kost kebiasan tersebut masih tetap di lakukan.
Sama halnya dengan gaya hidup. Anak kost yang berasal dari daerah tertentu biasanya akan mengikuti pola hidup atau beradaptasi di tempat yang baru. Bila kita tinggal di kota besar maka akan lebih banyak tantangan yang akan kita hadapi. Mulai dari bahasa sehari-hari, makanan, transportasi, lingkungan dan teman. Mencari teman yang baik merupakan tantangan yang sulit karena akan sangat mempengaruhi pola hidup kita.
Sebagai anak kost kita harus bisa mencari teman yang baik. Bukan berarti kita memilih-milih atau membedakan-bedakan teman. Maksud teman yang baik disini adalah teman yang dapat mengerti keadaan dan kehidupan kita sebagai anak kost. Seperti yang sudah dikatakan teman akan sangat mempengaruhi pola hidup kita. Bila kita berteman dengan seseorang yang terbiasa hidup mewah kadang kita secara tidak langsung akan mengikuti kebiasanya tersebut. Padahal belum tentu uang bulanan kita akan cukup bahkan mungkin akan kekurangan di akhir bulan. Bila berteman dengan seseorang yang mengerti keadaan kita, kita masih bisa mengontrol gaya hidup kita. Namun itu semua akan kembali kepada kita sendiri, sebatas mana kita bisa mengatur  gaya hidup kita masing-masing.
Tantangan terbesar menjadi anak kost adalah mengatur keuangan. Banyaknya kebutuhan sehari-hari yang harus terpenuhi (makan, keperluan mandi, keperluan mencuci,dll), kebutuhan kuliah (buku, fotokopi, internet) dan gaya hidup, akan sangat sulit di kontrol. Belum lagi   masalah transportasi, jarak kampus yang cukup jauh kadang mengharuskan kita bolak-balik naik kendaraan umum. Tidak terkecuali dengan yang memiliki kendaraan pribadi, dua-duanya memiliki masalah yang sama.
Kita harus bisa mengontrol keuangan kita sehari-hari. Jika tidak, kita akan kebingungan di akhir bulan. Kadang-kadang kita juga sering lupa kemana atau di pakai untuk apa saja uang kita tersebut. Disini saya akan memberikan beberapa tips mengatur keuangan
·         Mencatat keuangan kita. Dengan mencatat kita dengan jelas tahu kemana dan dipakai untuk apa saja uang kita tersebut. Misalnya sehabis makan uang yang terpakai Rp 10.000 Mulai dengan mencatat hari, tanggal, bulan, dan tahun kemudian mencatat uang makan siang = Rp 10.000 . Kita bisa mencatatnya di buku catatan kecil atau di Handphone.

·         Membuat daftar keperluan utama. Setiap bulannya kita harus punya daftar keperluan utama, sehingga kita menyisihkan sebagian uang untuk keperluan yang lain. Misalnya setiap bulannya kita diberi sebesar Rp 1.500.000 . uang sewa kost sebesar Rp 400.000 , lalu kita makan 3 kali sehari dan setiap makan menghabiskan sebesar Rp 10.000 ,  lalu di kalikan 30 hari menjadi Rp 900.000. Jadi untuk keperluan utama kita menghabiskan Rp1.300.000 . Sedangkan sisa uang tersebut bisa kita gunakan untuk keperluan yang lain.

·         Kita bisa membagi uang seratus ribu menjadi beberapa pecahan. Misalnya dua puluh ribu 2, sepuluh ribu 4, lima ribu 2 dan dua ribu 5. Dengan begitu kita juga mengontrol uang makan dan keperluan kita dengan lebih cermat. Sebaiknya kita tidak terlalu banyak membawa uang di dompet. Selain untuk mencegah pengeluaran yang berlebihan, juga untuk menghindari kejahatan seperti pencopetan.

·         Mencari tempat makan langganan. Tempat makan langganan juga akan berpangaruh pada keuangan anak kost. Biasanya anak kost yang sudah punya tempat makan langganan di akhir bulan keuangannya akan tertolong, karena tidak sedikit dari tempat makanan langganan akan memberikan diskon atau bahkan gratis.

Karena anak kost berpengaruh pada lingkungan baru yang menyebabkan pola hidup berubah. Maka kita harus bijak dalam mengatur keuangan kita, jadi sebagai anak kost, kita harus bisa membedakan keperluan yang harus dipenuhi serta hal-hal yang kurang di butuhkan. Intinya menjadi anak kost merupakan pembelajaran bagi kita bagaimana kita dapat hidup mandiri, mengatur strategi dan bertanggung jawab atas kehidupan kita. 

Minggu, 19 Februari 2012

Sudah Lama

Hay Hay.....
sudah lama banget gue buka blog ini sejak pertama gue buat dulu. Blog ini akhirnya terbengkalai ga gue urus sampai akhirnya rumput pun tumbuh di sekitarnya, catnya udah mengelupas dan laba-laba bersarang dimana-dimana eeehh....
Karena blog ini juga ga ada penghuninya, enaknya gue jadiin tempat curhat aja, hehehe :p
sesuai nama blog ini juga Love, Dreams and Future, mungkin gue bakal curhat securhat-curhat disini ngebahas hal remeh temeh tentang gue, keluarga gue, pacar, sahabat, teman (sahabat dan teman beda ya), mimpi-mimpi gue..
Dari kalimat itu aja udah keliatan banget kalo isi blog ini bakal ga jelas banget...

DIEM.....


Gue mulai curhat aja aah, mulai dari mana yah... mikir...
ooh iya, hari minggu kemaren tanggal 12 Februari gue dateng ke acara nikahan kakaknya cowok gue, waktu itu sumpah gue malu banget, secara yah mau dateng ke tempat dimana para sanak saudara keluarga besarnya cowoknya gue bakal kumpul tumpah ruah berserakan dimana mana (agak di dramatisir dikit). Paginya gue udah di bangunin ibu gue yang baik hati lewat telepon (gue anak kosan). Yah sejak jadi anak kos gue jarang banget yang namanya bangun pagi apalagi hari libur. Buru-buru gue mandi dan siap-siap jam masih nunjukin pukul 8 pagi, padahal malem sebelumnya cowok gue udah bilang bakal jemput abis Dzuhur, saking hebohnya gue dandan dari pagi biar ntar tinggal berangkat aja. Gue liatin dress yang udah gue beli 2 bulan sebelumnya dress warna hijau dengan list gold dan outer warna pink yang baru gue beli sehari sebelumnya sama ibu (karena kebetulan ibu gue lagi dinas luar di Jakarta). Jam 9 gue udah selesei dandan udah pake baju+jilbab dan inilah hasilnya...
cantik ga sih....(ngarep banget ada yang bilang cantik :p) hahaha
karena waktu masih lama akhirnya gue buka facebook, twitter dan nonton tv sambil liat cermin tiap 5 menit sekali hehehe (lebay banget ga sih)....
Tok tok tok... cowok gue udah dateng, siap-siap gue beresin Hp sama dompet gue masukin tas dan cuuuus berangkat naik MIO yang dia pinjem sama sodaranya...
yang gue sebel adalah jalanan yang banyak poldurnya (polisi tidur), biar menghemat waktu situt (panggil gue ke cowok gue) ngambil jalan kopasus, alhasil gue nahan sakit karena perut gue berasa turun...
akhirnya kita sampe ke tempat acara. tapi...sepi... ternyata sodaranya situt udah pada pulang ga ikut resepsi, dalem hati untung ga rame, nyampe gue langsung salaman sama papa mama tetehnya situt, trus gue disuruh makan, kan gue ini pemalu banget yah akhirnya gue cuma bilang iya dan duduk duduk aja, si situt udah maksa gue buat makan, akhirnya gue berdebat kecil sindir sindiran sama situt...
gue menyerah sama situt buat makan, karena emang udah jam makan siang dan gue ga sarapan dengan sok berani gue ngambil makan dan kemudian duduk lagi.
Acara pun dimulai khas Minang banget, karena emang istrinya aa' Endo (kakaknya situt) orang padang. satu persatu lagu padang dinyanyiin, dan setiap ada lagu baru situt nanya sama gue "itu artinya apa yang?" berasa penerjemah gue ngartiin setiap kalimat yang dia tanya sama gue karena gue ngerti SEDIKIT bahasa padang. Habis foto-foto bareng gue pamit pulang, gue dianterin lagi sama situt kali ini pake motornya dia SATRIA dan  lewat kopasus LAGI. Udah tau kan yah satria itu kaya gimana, joknya yang ga rata bikin gue main perosotan dimotor tambah lagi jalanan yang banyak poldurnya. Situt kasian ngeliat gue yang nahan sakit akhirnya dia bawa motor dengan pelan... aaaah cowok gue emang perhatian banget I LOVE YOU :* :* :* :*
sampe kosan situt langsung pamit pulang, karena dia capek banget ngurusin nikahan aa' dan karena jarak rumahnya dan kosan gue CUKUP jauh. seperti biasa pertemuan gue sama dia slalu ditutup "Hati-hati dijalan yang, Jangan ngebut, Kalo udah nyampe kabarin aku yah..." trus dijawab situt "Iya sayang, Assalamu'alaikum".. "Wa'alaikumslam"....